5 Beda Anak Aktif dan Hiperaktif, Orang Tua Perlu Tahu
Karakter murid bisa sangat bervariasi di mana pun sekolahnya. Tidak terkecuali sekolah bergengsi seperti Highscope International School in Medan. Hal tersebut terutama terlihat jelas pada kalangan murid usia belia.
Banyak murid dari jenjang sekolah awal memiliki tingkat energi tinggi hingga sulit untuk duduk diam. Bahkan ada pula yang kesulitan untuk berkonsentrasi mengikuti pelajaran.
Berbeda dari anggapan umum, anak yang lincah dan tidak mau tenang bukan selalu berarti hiperaktif.
Nah, biar tidak salah mengartikan kondisi buah hati, mari kenali beda anak aktif dan hiperaktif.
Beda Anak Aktif dan Hiperaktif
Berikut beberapa poin penting yang membedakan antara anak yang aktif dan hiperaktif:
1. Cara Bicara
Cara bicara anak menjadi pembeda yang cukup mudah untuk orang tua amati. Anak yang aktif biasanya mudah diajak berkomunikasi dan mau mendengarkan. Sedangkan, anak hiperaktif cenderung suka menyela.
Melansir dari Klinik Pintar, anak hiperaktif lebih banyak berbicara, tapi kurang mampu menangkap pembicaraan orang lain sebab tidak bisa memfokuskan perhatian.
Sementara itu, anak yang aktif mampu berkomunikasi dengan lebih baik dan terstruktur karena dapat memahami perkataan orang lain.
2. Kemampuan Berkonsentrasi
Berkonsentrasi atau menjaga fokus perhatian kerap menjadi hal yang menantang bagi anak kecil.
Namun, kesulitan berkonsentrasi jauh lebih signifikan pada anak hiperaktif. Perhatian mereka lebih mudah teralihkan oleh berbagai hal di sekitar.
Sementara itu, anak yang aktif cenderung dapat fokus lebih lama dan mampu mengendalikan impulsivitas dengan lebih baik.
3. Pengendalian Emosi
Tantrum atau rewel sangat wajar dilakukan oleh anak usia belia. Namun, perilaku tantrum pada anak hiperaktif lebih tidak terkendali.
Anak hiperaktif cenderung mengeluarkan emosi dengan meledak-ledak. Rasa sedih, keluhan, atau amarah bisa mereka ekspresikan dengan menangis berlebihan seolah penuh amarah.
Berbeda halnya dengan anak aktif yang memiliki kontrol emosi lebih baik. Hal ini terlihat dari intensitas tantrum dan frekuensinya yang tidak setinggi anak hiperaktif.
4. Kemampuan Berinteraksi
Anak yang aktif umumnya memiliki tingkat energi tinggi sehingga mereka suka bermain dan bergerak.
Meski begitu, mereka juga senang berinteraksi dengan teman-teman dan orang di sekitar.
Sebaliknya, anak hiperaktif bisa mengalami kesulitan untuk membangun hubungan sosial.
Hal ini karena mereka kesulitan memperhatikan dan memiliki tingkat energi yang sangat tinggi yang membuat mereka tidak mau berhenti bergerak.
5. Daya Serap Informasi
Anak yang bersifat aktif memang suka bermain, tapi masih mau memperhatikan. Sehingga mereka memiliki kemampuan menyerap informasi yang lebih baik. Alhasil, anak aktif dapat mengikuti pelajaran tanpa kesulitan.
Sedangkan anak hiperaktif cenderung kesulitan atau bahkan tidak bisa memfokuskan pikiran. Akibatnya, anak kesulitan menangkap informasi yang disampaikan.
Untuk mendukung tumbuh kembang, anak hiperaktif orang tua bisa memilih sekolah dengan program pendidikan terbaik. Salah satunya Highscope International School In Medan.
Itulah beberapa beda anak aktif dan hiperaktif yang perlu Anda ketahui. Memahami perbedaan tersebut penting untuk membantu orang tua memberikan pendidikan terbaik.